pajak-perhiasan-mewahMembawa barang mewah dari luar negeri menjadi kebiasaan traveler termasuk jamaah umroh. Pemerintah sebenarnya punya aturan yang membatasi hal ini. Jika ketahuan melanggar aturan, ada beberapa sanksi yang sudah menunggu di bandara.

Pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 188/PMK.04/2010 Pasal 8 menerangkan barang bawaan penumpang yang dibeli di luar negeri batasnya USD 250 untuk 1 orang dan USD 1.000 untuk satu keluarga. Jika barang yang Anda bawa harganya lebih dari itu, ada pajak yang harus Anda dibayar.

Menurut Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Ditjen Bea Cukai, pajak yang harus dibayar besarnya berbeda-beda tergantung harga dari barang yang Anda beli.
Tergantung jenis barang, masing-masing ada kategori. Misalnya dari tarif tas, kalau harga mahal biaya beanya lebih tinggi, jadi misal harganya USD 1.000 tarifnya 5 persen.

Bagaimana jika traveler tidak ingin membayar? Jika tidak bersedia membayar pajak, tentunya barang-barang tersebut akan ditahan. Setelah 30 hari barang itu menjadi barang milik negara, barang impor tak bertuan nanti mau dilelang atau dimusnahkan," jelasnya.

Kecil kemungkinan barang-barang tersebut lolos di bandara karena barang bawaan diperiksa dengan X Ray. Tas, parfum, jam dan barang bawaan lainnya semua bisa terdeteksi. Namun petugas pajak juga menilai dengan batas kewajaran. yang alam prakteknya tentu Bea Cukai ada optional judgement, mereka melihat juga umpamanya bawa tas bisa saja 1 orang lebih dari USD 250. Kalau memang itu barang yang dipakai, Bea Cukai luwes. Nah, optional judgementnya di situ, kalau yang melekat di badan dalam jumlah yang wajar.

Semoga bermanfaat.....

(dari berbagai sumber)

Jamaah Online

Kami memiliki 52 guests dan tidak ada anggota yang online

Bookingan Anda

 x 

Keranjang kosong

Testimoni Jamaah

Margayani, Banjarmasin
25-06-2015, 16:32
Alhamdulillah bagus pak...tks ya
Sapono Samidjo WT
18-06-2014, 20:39
Overall yes, saran makan siang tetap ada kopi
Cahyadi Sucipto
18-06-2014, 20:34
Puas banget atas pelayanannya, harus dipertahankan